Senin, 30 November 2015

Tips Membasmi Jamur dan Bakteri Pada Tanaman

Natural GLIO

NATURAL GLIO Adalah pengendali penyakit alami yang berbahan aktif Gliocladium sp. Dan trichoderma sp.yang merupakan suatu jenis cendawan (jamur multiseluler)yang dapat membantu petani menangggulangi beberapa peyakit tanaman.Fungsinya sebagai agensi antagonis (penghambatan)terhadap beberapa jenis penyakit tanaman.gliocladium sp.sangat berperan dalam pengendalian biologis pathogen-patogen penyebab penyakit yang merugikan dalanah.MEKANISME ANTAGONIS YANG TERJADI ADALAH SEBAGAI BERIKUT:
1.Menghancurkan pathogen-patogen penyebab penyakit dari luar (Inokulum)atau mematikan sumber berkebangnya penyakit.
2.Mencegah pathogen-patogen penyebab penyakit untuk membentuk koloni (menyatu) dan berkembang kembali dalam tanah.
3.Melindungi perkecambahan biji,dan akar-akar tanaman dari infeksi penyebab penyakit pathogen.
Gliocladium sp.dan Trichoderma sp.dapat mematikan,menghambat dan menghancurkan tumbuhan cendawan pathogen dalam tanah yang dapat menyerang tanama (fungisidal dan fungistatik).Kemampuan ini disebabkan karena Gliocladium sp.mengeluarkan zat antibiotic Gliovirin dan viridian.
Glivirin merupakan senyawa yang menghambat pertumbuhan beberapa cendawan dan bakteri.
Viridin dapat menghambat pertumbuhan cendawan.
Natural GLIO mengandung 1015 spora/gram Gliocladium sp.dan Trichoderma sp. Sehingga sangat efektif untuk usaha pengendalian penyakit.Natural GLIO Dibuat dalam bentuk serbuk dengan tujuan:
1.Memudahkan pemakaian
2.Tahan disimpan dalam waktu 3-5 tahun tanpa berkurang efektifitasnya
Aplikasi pemakaian Natural GLIO:
Natural GLI O sebanyak 100 gram dapat dicampur ke dalam 25 kg pupuk kandang matang,kemudian disebar secara merata di lahan.Akan lebih baik apabila didiamkan selama 1 minggu supaya populasi Natural GLIO berkembang lebih banyak. Aplikasi yang tepat adalah digunakan pada saat  pemupukan dasar denga pupuk kandang sebagai pengendali secara  preventif.
Apabila tanaman sudah terang penyakit maka Natural GLIO tetap dapat digunakan untuk melokalisir serangan.
Jenis penyakit yang dapat dikendalika adalah penyakit yang terbawa biji atau terbawa tanah,contohnya:Penyakit rebah seami (Dumping Off) yang disebabkan oleh cendawan Pythium sp. Dan Rizacthonia sp.penyakit layu pada Lombok,kentang,tomat,tembakau,dll.Yang disebabkan oleh jamur Fusarium sp.dan bakteri Pseudomonas sp.

INFO DAN PEMSAN PUPUK ORGANIK NASA/PENGENDALI HAMA ORGANIK SILAHKAN HUBUNGI DISTRIBUTOR RESMI NASA PURWO SUGIYANTO 087839811594 BBM.22EBDA2

Minggu, 29 November 2015

CARA MEMAKSIMALKAN HASIL PANEN

HORMONIK HORMON ORGANIK
HORMONIK memacu pertumbuhan,pengumbian,pembungaan dan pembuahan tanaman untuk mendapatkan hasil panen optimal.
HORMONIK mengandung Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) Organik.
Terutama Auksin,Giberelin dan Sitokinin,di formulasikan dari bahan alami yang dibutuhkan oleh semua jenis tanaman.
HORMONIK tidak membahayakan (aman) bagi kesehatan manusia maupun binatang.
CARA PAKAI:
1.       Dosis:1-2 cc HORMONIK per 1 liter air.
2.       Penggunaan lebih optimal jika di campur dengan POC NASA (dosis 1 ttp HORMONIK+ kurang lebih 3 ttp POC NASA) per tangki.
3.       Penggunaan dengan cara disemprotkan terutama pada daun tanaman hingga merata.
4.       Tanaman musiman:mulai pertengahan usiatanaman hingga menjelang reproduksi,yaitu sebelum berbunga/berumbi (3-6 kali sepot).Penggunaan smenjak awal tanam lebih baik.
5.       Tanaman tahunan:2-4 bulan sebelum berbunga/berbuah (3-6 kali semprot).
6.       Unggas: 1 botol (500 cc) POC NASA /VITERN Plus + 1-2 tutup + HORMONIK,kemudian dilarutkan dalam 1 liter air minum diberikan ke ungags (ayam) setiap hari satu kali.
DAYA GUNA:
1.       Mempercepat proses pertumbuhan tanaman.
2.       Memacu dan meningkatkan pembungaan serta pembuahan.
3.       Mengurangi kerontokan bunga dan buah.
4.       Membantu pertumbuhan tunas.
5.       Membantu pertumbuhan akar.
6.       Memacu pembesaran umbi.
7.       Meningkatkan keawetan hasil panen.
8.       Memacu dan meningkatkan bobot ungags/ternak.

Info dan pemesanan pupuk organic NASA Silahkan hubungi Distributor resmi NASA Purwo sugiyanto 08783981154 BBM.22EBDA52.

Sabtu, 28 November 2015

BUDIDAYA TANAMAN KARET

  



BUDIDAYA KARET (Hevea brasiliensis)

I.PENDAHULUAN

Tujua utama pasaran karet Indonesia adalah ekspor.
Dipasaran Internasional(perdagangan bebas) produk karet Indonesia menghadapai prsaingan ketat.
PT.NATURAL NUSANTARA 
berupaya meningkatkan Kuantitas dan Kualitas produksi,dengan tetap menjaga Kelestarian lingkungan(Aspek K-3)

II.SYARAT PERTUMBUHAN
·         Suhu udara 24 0C-28 0C.
·         Curah hujan 1.500-2.000 mm/hari.
·         Penyinaran matahari antara 5-7 jam/hari
·         Kelembaban tinggi
·         Kondisi tanah subur,dapat meneruskan air dan tidak beradas
·         Tanah ber –Ph5-6(batas toleransi 3-8)
·         Ketinggian lahan 200 m dpl
III.PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
3.1.Pembibitan
3.1.1.Persemaian Perkecambahan
·         Beni disemai di bedengan dengan lebar1-1,2m,panjang sesuai tempat.
·         Diatas bedenagan dihamparkan pasir halus setebal 5-7 cm.
·         Tebarkan NATURAL GLIO yang sudah terlebih dulu dikembangbiakkan dalam pupuk kandang kurang lebih 1 minggu.
·         Bedengan dinaungi jerami/daun-daunan setinggi 1 m di sisi timur dan 80 cmdi sisi barat.
·         Benih direndam POC NASA selama 3-6 jam(1 tutup/liter air)
·         Benih disemaikan langsung di siram larutan POC NASA 0,5 tutup/liter air.
·         Jarak tanambenih 1-2 cm.
·         Siram benih secara teratur dan benih yang normal akan berkecambah pada 10-14 hss dan selanjutnya dipindahkan ketempat persemaian bibit.
3.12.Persemaian bibit
·         Tanah dicangkul sedalam 60-75 cm,lalu dihaluskan dan diratakan.
·         Buat bedengan setinggi 20cm,dan parit antar bedengan sedalam 50 cm.
·         Benuh yang berkecmbah ditanam dengan jarak 40x40x60 cm untuk okulasi ciklat dan 20x20x60 untuk okulasi hijau.
·         Penyiraman dilakukan secara teratur
·         Pemupukan:

PUPUK MAKRO:(diberikan 3 bulan sekali)

  • GT 1  :8GR UREA,4 gr TSP,2gr KCL perpohon
  • LCB 1320:2,5 gr urea,3 gr TSP,2 gr KCL perohon
POC NASA:
2-3 cc/liter air perbibit disiram 1-2 minggu sekali
3.1.3.Pembuatan Kebun Entres
·         Cara penanaman dan pemeliharaan seperti menanam bibit okulasi.
·         Bibit yang digunakan dapat berbentuk bibit stump atau bibit polybag.
·         Jarak tanam 1,0 m x1,0 m
·         Pemupukan:

PUPUK MAKRO: (diberikan 3 bulan sekali)
Tahun I:10 grurea,10 gr TSP,10 gr KCL/pohon
Tahun II:15 gr urea,15 gr TSP,15 gr KCL/pohon

POC NASA:
2-3 cc/liter air perbibit disiramkan 1-2 minggu sekali
3.1.4.OKULASI
Ada 2 macam okulasi:Okulasi coklat dan okulasi hijau.
Teknik Okulasi: (keduanya sama)
·         Buat jendela okulasi panjang 5-7 cm,lebar 1-2 cm.
·         Persiapan mata okulasi
·         Pisahkan kayu dari kulit (perisasi)
·         Masukan perisasi ke dalam jendela
·         Membalut,gunakan pitaplastik/rapia tebal 0,04 mm
·         Setelah 3 minggu,balut di buka,jika perisasi digores sedikit masih hijau segar,maka okulasi berhasil.
·         Diulangi 1-2 minggu kemudian.
·         Bila bi potonglah miring batang bawah kurang lebih 10 cm di atas okulasi
·         Bibit okulasi yang dipindahkan dapat berbentuk stum mata tidur,stum tinggi,stum mini,dan bibit polybag.
3.2.Pengolahan  Media Tanam
1.       Tanah di bongkar dengan cangkul/traktor,dan bersihkan dari sisa sisa akar.
2.       Pembuatan teras untuk tanah dengan kemiringan > 10 derajat.lebar teras minimal 1,5 dengan jarak antar teras tergantung dari jarak tanam.
3.       Pembuatan rorak(kotak kayu panjang) pada tanah landau.Jika sudah penuh isi rorak dituangkan ke areal di sebelah atas rorak.
4.       Pembuatan saluran penguras dan saluran pinggiran jalan yang sesuai dengan kemiringan lahan dan diperkeras.
3.3.Teknis Penanaman
3.3.1.Penentuaan Pola Tanam
·         0-3 th tumpangsari dengan padi gogo,jagung,kedelai
·         >3 th tumpangsari dengan jahe ataukapulogo
3.3.2.Pembuatan Lubang Tanam
·         Jarak tanam 7x3 m(476 bibit/ha)
·         Lubang Tanam:
-okulasi stumpi mini 60x60x60 cm
-Okulasi stumpi tinggi 80x80x80 cm
3.3.3.Cara Penanaman
·         Masukkan bibit dan plastiknya dalam lubang tanah dan biarkan 2-3 minggu.
·         Buka kantong plastic,tebarkan NATURAL GLIO yang telah di kembangbiakkan dalam pupuk kandang kurang lebih 1 minggu dan  segera  timbun  dengan tanah galian.
·         Siramkan POC NASA yang telah dicampur air secara merata (1 tutup/lt air perpohon).hasil akan lebih bagus jika menggunakan SUPE NASA.
Cara:1 botol SUPER NASA diencerkan 2 liter (200o ml)air dijadikan larutan induk.Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk tadi untuk penyiraman setiap pohon.
3.4.Pemeliharaan Tanaman
                a.Penyulaman
Dilakukan saat tanaman berumur 1-2 tahun.
                b.Pemupukan
lihat table…..
Catatan:Akan lebih baik pemberian diselingi/ditambah SUPER NASA 1-2 kali/tahun dengan dosis 1 botol untuk kurang lebih 300 tanaman.Cara lihat Teknik Penanaman (Poin 3.3.3.)
3.5.Hama DAN Penyakit

3.5.1.Hama
a.kutu tanaman(Planococcus cutri)
   Gejala merusak tanaman dengan menghisap cairan dari pucuk batang dan daun muda.Bagian tanaman yang dihisap menjadi kuning dan kering.Pengendalian:Menggunakan BVR tau PESTONA.
Bb.Tungau(Hemitarsonemus,Paratetranychus)
   Gejala:menghisap cairan daun muda,daun tua,pucuk,sehingga tidak normal dan kerdil,daun berguguran.Pengendali: Menggunakan BVR atau PESTONA.
3.5.2.Penyakit
   Penyakit yang menyerang  bagian akar,batang,daun dan bidang sadap,sebagian besar disebabkan oleh jamur.Penyakit tersebut antara lain:
a.Penyakit Pada Akar:Akar putih (jamur Rigidoporus lignosus),Akar merah( jamur Ganoderma pseudoferrum),Jamur upas ( jamur Corticium salmonicolor ),
b.Penyakit pada batang:KANKER BERCAK ( Jamau Phytophthora palmivora ),Busuk Pangkal batang ( jamur Botrydiplodia theobromae ),
c. Penyakit Pada Bidang Sadap : Kanker garis ( Phytophthora  palmivora ), Mouldy rot ( Jamur Ceratcystis fimbriata )
d. Penyakit Pada Daun: Embun tepung ( Jamur Oidium heveae ), Penyakit  colletorichum (jamur Colettotrichum gloeosporoides ), PenyakitPhytophthora (Jamur Phytophthora botriosa )
Pengendalaian dan Pencegahan Penyakit Karena Jamur:
·         Menanam bibit sehat dan dari klon resesten
·         Pemupukan lengkap dan seimbang ( makro-mikro)dengan jenis pupuk,dosis dan waktu yang tepat.
·         Taburkan NATURAL GLIO sebelum atau pada saat tanam sanitasi kebun
·         Pemangkasan tanaman penutup yang terlalu lebat
·         Bagian yang terserang segera di musnakan
·         Penyadapan tidak terlalu dalam dan tidak teerlalu dekat tanah
·         Pisau sadap stiril
·         Khusus penyakit embun tepung,daun digugurkan lebih awal dan segera dipupuk nitrogen dengan dosis dua kali lipat dan semprot POC NASA 3-5 tutup/tangki
Catatan: Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan.Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak udah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, DOSIS KURANG LEBIH 5 ML (1/2 TUTUP)/TANGKI.
Penyemprotan herbisida ( untuk gulma) agar lebih efektif dan efesien dapat dicampur Perekt Perata AERO 810,dosis kurang lebih 5 ml (1/2 tutup)/tangki.
3.6.Panen
Penyadapan pada umur kurang lebih 5 tahun,dan dapat dilakukan selama -35 tahun.
Pemakaian POC NASA,HORMONIK dan SUPERNASA secara teratur akan mempercepat waktu penyadapan pertama kali dan memperlama usia produksi tanaman.

Untuk pemesanan pupuk nasa silahkan hubungi Purwo sugiyanto Distributor remi NASA
HP:087839811594 BBM.22EBDA52


TANGGUH PROBIOTIK


TANGGUH PROBIOTIK untuk Pakan Ternak adalah produk terbaru dari PT. Natural Nusantara (NASA) sebagai pelengakap pre-biotik untuk ternak VITERNA Plus yang telah lebih dulu beredar dan bisa dimanfaatkan peternak. 
TANGGUH Probiotik Pakan Ternak merupakan formula khusus untuk proses fermentasi pakan ternak yang dibuat dari bahan-bahan organik murni sesuai anjuran dunia untuk kembali ke alam, dengan fungsi utama menghasilkan pakan fermentasi yang berkualitas dengan meningkatkan gizi, cita rasa, dan palatabilitas (tingkat kesukaan ternak).
Dosis Probiotik Tangguh :
Ternak : 2 tutup botol (+20cc) TANGGUH per 5 liter air untuk 100 kg (1 kwintal) pakan ternak atau hijauan.
Udang : 1 – 3 liter / ha
Ikan : 1 – 2,5 liter / ha
Kandungan Probiotik Tangguh :
Lactobacillus sp. : 2,5 * 10 Pangkat 7 cfu/ml
Azotobacter sp. : 1,31 * 10 pangkat 6 cfu/ml
Streptomyces sp. : 2,42 * 10 pangkat 6 cfu/ml
Aspergillus sp. : 1,90 * 10 pangkat 5 cfu/ml
Trichoderma sp. : 2,8 * 10 pangkat 5 cfu/ml
pH : 5,0
Fungsi :
1. Penambat nitrogen : Positif
2. Pelarut Fosfat : Positif
3. Penghasil Fitohormon : Positif
4. Perombak Bahan Organik :
1. Perombak Selulosa : Positif.
2. Perombak Lignin : Positif.
Sebagaimana produk-produk NASA lainnya, TANGGUH Probiotik Pakan Ternak sudah memenuhi standar Kualitas – Kuantitas – Kelestarian (K-3).
Cara Pembuatan Pakan Ternak :
Siapkan Jerami, galaran untuk alas, siapkan air, siapkan PROBIOTIK TANGGUH, Siapkan Bekatul dan tempat untuk proses fermentasi yaitu bisa dengan terpal atau tempat lain yang dapat ditutup rapat.
Tumpuk atau susun jerami kering sampai kira-kira ketebalan 20-30cm, kemudian siram dengan air yang sudah dicampur PROBIOTIK TANGGUH (takaran 5 tutup / 15 liter air) sampai kira-kira kadar air 60%, taburi bekatul di atas tumpukan jerami secara halus dan merata, tumpuk lagi jerami di lapisan atasnya dan perlakukan sama dengan perlakuan sebelumnya. Demikian seterusnya sampai pada ketinggian tumpukan jerami sesuai yang dikehendaki. Langkah selanjutnya tutup rapat tumpukan jerami tersebut 1-3 hari. Setelah itu tumpukan jerami yang ditutup selanjutnya dibuka dan diangin-anginkan sebentar agar dingin sebelum diberikan untuk pakan ternak. Simpan di tempat yang teduh (terhindar dari sinar matahari dan air hujan) untuk persediaan pakan ternak sampai dengan berbulan-bulan.
Kelebihan proses fermentasi jerami padi dengan PROBIOTIK TANGGUH, hanya memerlukan waktu sehari (1x24jam) sehingga ternak dan peternak tidak repot menunggu terlalu lama untuk pemberian pakan ternaknya.
Untuk 5 tutup botol PROBIOTIK TANGGUH (dengan pencampuran air 15-45 liter air) dapat digunakan memfermentasi jerami kurang lebih 1,5 kwintal.

INFO DAN PEMESANAN PRODUK NASA SILAHKAN HUBUNGI 087839811594 BBM.22EBDA52

Jumat, 27 November 2015

CARA BUDIDAYA LELE DENGAN PRODUK NASA

Peluang usaha ternak lele sampai saat ini sebetulnya sangat menjanjikan. Kebutuhan dan konsumsi masyarakat untuk jenis ikan ini sangat besar. Hal ini membuat potensibisnis ternak lele sangat prospektif.
Ternak lele sebetulnya cukup mudah dilakukan. Tidak hanya itu, budidaya ternak lele juga cukup murah. Akan tetapi tidak banyak orang mengerti dan memahami sepenuhnya cara beternak lele secara tepat. Alhasil, bukan untung yang di dapat melainkan rugi karena banyak kendala yang dihadapi, terutama mengenai tingginya kematian ikan lele dan lambatnya pertumbuhan.
Berikut ini akan kita bahas tips ternak lele yang cukup sederhana namun bisa memberikan keuntungan yang maksimal. Nah, dalam pembahasan artikel kali ini akan diulas mengenai cara budidaya ternak lelesangkuriang. Semoga bisa menjadi panduan ternak lele bagi Anda dan kita bisa sama-sama belajar ternak lele.
Persiapan Kolam Ternak Lele
Dalam budidaya ternak lele dibutuhkan media sebagai habitat hidupnya. Banyak jenis media kolan untuk ternak lele yang bisa dipilih, seperti ternak lele kolam terpal, ternak lele kolam bak semen atau permanen,ternak lele kolam tanah, dan masih banyak jenis media kolam untuk ternak lele bisa dipraktikkan.
Media kolam untuk ternak lele idealnya harus mempunyai konstruksi yang tepat, mempunyai kualitas air yang baik, dan mempunyai perawatan yang bagus.
Bila Anda menggunakan media kolam tanah untuk budidaya ternak lele sangkuriang, perhatikan bagian dinding kolam. Pastikan dalam kondisi padat dan tidak bocor. Mengeraskan kolam untuk ternak lele sangkuriang bisa dengan cara memukul-mukul dinding kolam untuk memadatkannya.
Langkah berikutnya adalah memberikan kapur ke dalam kolam untuk mengantisipasi hama dan penyakit yang bersarang dalam kolam. Dosis pemberian kapur yang dianjurkan adalah 20 – 200 gram per meter persegi, tergantung tingkat keasamannya. Selanjutnya adalah pemasangan pintu penyaringan dan pemupukan dasar menggunakan pupuk makro NPK dan tambahkan dengan pupuk organik padat khusus perikanan, yaituTON.

Aplikasi pupuk organik padat khusus perikanan TON bisa dicampurkan bersama pupuk makro NPK. 
Persiapan Bibit dan Jenis Ikan Lele
Nah, sekarang saatnya untuk persiapan bibit. Konsentrasilah pada pemilihan bibit ternak lele yang bagus kualitasnya. Pemilihan bibit ternak lele yang bagus akan berpengaruh besar pada keberhasilan budidaya. Cara yang paling sederhana adalah pastikan bibit ternak lele tersebut tidak mempunyai cacat secara fisik, warnanya cerah dan gerakannya lincah.
Bibit ikan lele yang berkualitas biasanya berasal dari indukan lele yang bagus pula.
Benih lele sangkuriang sebelum ditebarkan ke kolam sebaiknya dilakukan sterilisasi dengan larutan KM5NO4. Larutan tersebut digunakan untuk merendam bibit ternak lele sangkuriang selama kurang lebih 10 menit agar terbebas dari penyakit.
Sedangkan untuk penebaran benih ikan lele sangkuriang sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari di saat suhu udara masih dalam keadaan normal dan tidak terlalu panas. Sebelum bibit ikan lele sangkuriang dimasukkan ke dalam kolam, terlebih dahulu benih diaklimatisasi, yaitu memasukkan ke dalam kolam secara perlahan-lahan agar ikan bisa beradaptasi. 
Pemberian Pakan Ternak Ikan Lele Sangkuriang
Untuk menunjang pertumbuhan yang optimal, pemberian pakan ikan lele berupa pelet sangat dianjurkan. Pemberian pakan ikan ini akan membantu mempercepat pertumbuhan ternak ikan lele di dalam kolam. Untuk meningkatkan kadar nutrisi yang terkandung di dalam pelet sangat direkomendasikan untuk menambahkan Viterna Plus, POC Nasa dan Hormonik. Ketiga produk tersebut adalah produk yang sudah banyak dipakai petani ikan lele. Terbuat dari bahan-bahan alami dan mempunyai kandungan nutrisi tinggi sehingga sangat baik untuk mempercepat pertumbuhan ikan dan mengurangi anka kematian.
Untuk menjaga ekosistem kolam tetap stabil juga secara rutin wajib diberikan pupuk organik padat khusus perikanan TON. Peran pupuk organik padat perikanan TON ini juga sangat penting, yaitu membantu menetralkan pH, meningkatkan kualitas kolam, memacu pertumbuhan plankton sebagai pakan alami ikan dan masih banyak lagi.
Tebarkan pupuk organik padat perikanan TON ini secara berkala setiap seminggu sekali. Atau gunakan TON setiap kali tercium aroma menyengat pada kolam. 
Panen Lele Sangkurian
Pemanenan ternak lele sangkuriang adalah tahap terakhir dari proses budidaya. Pemanenan bisa dilakukan dengan menyurutkan air dalam. Siapkan bak kecil untuk menampung hasil panen. Anda bisa melakukan usaha budidaya ternak lele dari awal hingga panen ini dalam kurun 45 – 50 hari saja. Selamat mencoba.
INFO PEMESANAN PRODUK NASA 087839811594 BBM.22EBDA52

Kamis, 26 November 2015

PUPUK KELAPA SAWIT YANG TERBAIK


VITERNA PLUS

VITERNA Plus VITERNA Plus merupakan suplemen pakan ternak yang diolah dari berbagai macam bahan alami (hewan dan tumbuhan), memberikan zat-zat yang sangat diperlukan ternak untuk :
1. Meningkatkan kuantitas (peningkatan Average Daily Gain /ADG bagi sapi dan peningkatan bobot panen bagi ayam) - kualitas daging (mengurangi kandungan kolesterol) - kesehatan ternak (mempertinggi daya tahan tubuh terhadap penyakit) semuanya merupakan Aspek K-3.
2. Memacu enzim - enzim pencernaan ternak.
3. Memberikan mineral - mineral esensial maupun non esensial.
4. Memberikan berbagai macam nutrisi alami untuk pertumbuhan ternak ( protein, lemak, vitamin, dsb.).
5. Menambah kandungan asam - asam lemak didalam rumen / lambung ternak.
6. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas pakan (TDN).
7. Mengandung hormon pertumbuhan alami untuk mempercepat pertumbuhan ternak.
8. Meningkatkan nafsu makan.
9. Mengurangi kandungan kolesterol daging dan mengurangi bau kotoran ayam
10. Produk alami aman untuk ternak dan lingkungan.

CARA PAKAI :
1. Ternak Besar : Sapi, Kerbau, Kuda, dll. 5-10 cc perhari dicampurkan air minum atau campuran pakan ( Komboran )
2. Ternak Kecil : Kambing, Kelinci, Babi dll. 4-8 cc perhari dicampurkan air minum atau campuran pakan ( Komboran )
3. Ternak Unggas : Ayam, Itik, dll. 1-2 cc/lt air minum setiap hari satu kali.

Catatan :dapat ditambahkan HORMONIK, 1 botol VITERNA Plus + 1-2 tutup HORMONIK

CARA YANG SERING DIGUNAKAN PEMUPUKAN KELAPA SAWIT

Ilustrasi pemupukan kelapa sawit 
Sekali pun sawit termasuk tanaman keras. Pohon sawit tetap memerlukan perawatan dan pemupukan. Perawatan di sini adalah membersihkan “piringan” pada tanaman kelapa sawit agar buah dalam tandan tidak terganggu hama. Piringan adalah bulatan di sekeliling tanaman sawit yang tidak boleh ditumbuhi rumput. Supaya tanaman kelapa sawit tetap tumbuh subur dan berbuah lebat, diperlukan pemupukan kelapa sawit.

Pemupukan kelapa sawit dalam hal ini tidak bisa dilakukan sembarangan atau terus-menerus setiap hari diberi pupuk. Waktu pemupukan kelapa sawit biasanya dilakukan ketika curah hujannya kecil dan tidak boleh ketika sedang musim hujan. Pupuk yang baik sebaiknya dapat memperbaiki kemasaman tanah dan merangsang perakaran. Sehingga proses pemupukan kelapa sawit bisa berjalan dengan baik. Dengan kata lain dalam pemupukan kelapa sawit juga harus diperhatikan prosedurnya untuk hasil yang maksimal.s

Pemupukan kelapa sawit dilakukan 2 – 3 kali dalam setahun tergantung pada kondisi lahan, jumlah pupuk, dan umur atau kondisi tanaman. Khusus untuk pemupukan kelapa sawit pada tanah berpasir atau lahan gambut dianjurkan untuk dilakukan pemupukan kelapa sawit yang lebih banyak. Pemupukan kelapa sawit yang banyak mungkin baik bagi tanaman sawit, tetapi perlu dipikirkan dari sisi ekonomisnya juga.
Metode dan Dosis Pemupukan Kelapa Sawit

Bagi pemilik 
perkebunan kelapa sawit, prosedur pemupukan kelapa sawit mungkin sudah tidak asing lagi, tetapi terkadang meskipun sudah berkebun kelapa sawit dan sudah melakukan pemupukan kelapa sawit masih saja ada kelapa sawit yang tidak tumbuh dengan baik. Atau Anda sering kali mengalami gagal panen dikarenakan buah kelapa sawit yang kurang maksimal, apalagi bagi Anda yang belum atau ingin membuka perkebunana kelapa sawit perlu mengetahui prosedur pemupukan kelapa sawit ini.

Pemupukan kelapa sawit merupakan salah satu proses yang sangat penting untuk mempertahankan produksi buah kelapa sawit. Pohon kelapa sawit ini berbuah sekitar dua minggu sekali, atau dengan kata lain pemilik kebun kelapa sawit akan panen kelapa sawit setiap dua minggu sekali. Namun, setiap periode dua minggu tersebut bukan tidak mungkin buah yang dihasilkan tidak sama. Terkadang dua minggu pertama panen besar, tetapi selang dua minggu ke empat agak menurun. Hal ini bisa saja disebabkan dari prosedur pemupukan kelapa sawit yang belum maksimal.

Siapa yang tidak ingin melihat hasil panen kelapa sawitnya bertahan setiap kali panen atau malah bertambah?
Cara Sederhana Pemupukan Kelapa Sawit.
Pada dasarnya pemupukan kelapa sawit tidak perlu dilakukan secara ber lebihan,cukup dengan cara sederhana,Anda sudah bisa mendapatkan hasilnya. Satu hal yang terpenting pada saat melakukan pemupukan kelapa sawit ini adalah ketekunan dan ketelitian.Dosis yang dibuat jika tidak sesuai dengan takaran yang tepat akan berakibat buruk pada pohon kelapa sawit.Demikian juga hal yang terpenting dengan aturan pemberian pupuk yang terlalu sering juga tidak akan membuahkan hasil yang maksimal.
Terutama bagi Anda yang baru merintis membuka perkebunan kelapa sawit,sebaiknya yang Anda lakukan adalah melakukan pemupukan kelapa sawit dengan cara sederhana.Bagaimana cara sederhana melakukan pemupukan kelapa sawit itu?
Berikut beberapa cara sederhana yang bisa kita lakukan pada saat pemupukan kelapa sawit:
1.Bersihkan terlebih dahulu piringan pada tanaman kelapa sawit dari rumput dan alang-alang.Sebab,hal ini bermanfaat bagitanaman kelapa sawit dan tandan buah sawit.Sehingga pemupukan kelapa sawit yang akan dilakukan bisaberjalan mulus dan meresap maksimal kedalam pohon kelapa sawitnya..
2.Khusus untuk areal datar ,pupuk ditabur merata 0,5 m dari pohon kelapa sawit sampai pinggiran melingkar.Lakukan hal yang sama untuk semua pohon kelapa sawit yang berada diareal datar tersebut secara merata.
3. Tempat penyebaran pupuk adalah tempat pupuk di taburkan.Artinya jangan menyebar pupuk yang bukan semestinya atau tidak ditempatnya,karena akan mempengaruhi proses pemupukan kelapa sawit yang dilakukan.
4.Jika terdapat jenis pupuk yang tidak boleh dicampur.Sebaiknya tempat penaburannya dipisahkan dan diberi jarak sekitar 12 hari antara satu pupuk dengan pupuk yang lainnya.
5.Pupuk dianjurkan untuk di sebar pada pohon kelapa sawit yang memiliki akar-akar rambut paling banyak.Letaknya kira-kira dekat mahkota daun bagian yang terluar dari kelapa sawit.
6.Pemupukan kelapa sawit yang akan disebarharuslah benar-benar berbentuk remah,bukan gumpalan gumpalan seperti yang terdapat pada pupuk urea dan lain sebagainya.Jadi sebelum melakukan pemupukan kelapa sawit,perhatikan pupuknya jika sudah berbentuk remah baru boleh disebar,
Kan,tetapi jika belum,gumpalan pupuk harus kita hancurkan menjadi remah.
7.Gunakanlah selalu alat takar pemupukan kelapa sawit supaya dosis pemupukan bisa tepat dalam penggunaannya.pupuk memang baik untuk merangsang pertumbuhan buah kelapa sawit,tetapi jika berlebihan bukannya baik malah akan berakibat bruk.
Tempat penaburan pupuk pada kelapa sawit
Nah tempat untuk menabur pupuk atau lokasi yang dipilih sebagaitempat untuk melakukan pemupukan kelapa sawit adalah sebagai berikut:
1.Bokoran
2.Ujung bokoran
3.Ujung pelepah
Cara memupuk                           
1.Top dressing,disebar dari ataulangsung ditabur di atas tanah.
2.Furrow application,di dalam rorak-rorakatau dipinggir guludan.Rorak atauguludan adalah gundukan dan saluran air.
3.Sub soil placement,memupuk dengan cara dibenam.
4.Soil injection,dimasukkan dalam tanah bentuk cairan.
5.Sistem injection,dimasukkan dalam batang.
6.Nutritional spray,memupuk melalui daun.
Terakhir dan penting sekali dierhatikan.Pemupukan kelapa sawit harus dibedakan ketika tanaman sawit belum menghasikan dan ketika tanaman sawit yang sudah menghasilkan.Kedua kondisi ini berbeda cara pemupukannya.
Untuk meningkatkan hasil dan kualitas kelapa sawit Anda,sekarang sudah tersedia produk yang berkualitas karya Anak BANGSA.
SUPERNASA dan POWER NUTRITION.

Hanya dengan menambah 3-6kg produktersebut,bisa meningkatkan bobot dan kualitas hasil panen kelapa sawitAnda.
Untuk mendapatkan informasi dan pemesanan Pupuk organik NASA Silahkan hubungi Distributor Nasa Purwo sugiyanto ke 087839811594 BBM.22EBDA52.

Rabu, 25 November 2015

PUPUK ORGANIK GRANULE MODERN

Terobosan teknologi pupuk organik berbentuk granule ( Granule Modern) :
Kualitas tinggi : kandungan lengkap
Praktis : dosis cukup 50 kg/ha
Ekonomis :
- meningkatkan kuantitas dan kualitas hasil panen.
- mengurangi pupuk NPK + 50 %
- mengurangi biaya transport & tenaga kerja karena dosis sedikit

Formula khusus untuk semua jenis tanaman yang dibuat dari murni bahan-bahan organik dengan fungsi yaitu :
A. Fungsi utama :
1. Memperbaiki lahan - lahan yang rusak :

Meningkatkan kesuburan fisik : memperbaiki tanah yang keras berangsur - angsur menjadi gembur.
Meningkatkan kesuburan khemis : memberikan semua jenis unsur makro, unsur mikro, enzim dan ZPT yang dibutuhkan bagi tanaman.
Meningkatkan kesuburan biologis : membantu perkembangan mikroorganisme tanah yang bermanfaat bagi tanaman.

2. Mengurangi jumlah penggunaan pupuk NPK :

( Urea, TSP dan KCl ) sebesar + 50%.

B. Fungsi Lain :

Meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi tanaman.
Melarutkan sisa-sisa pupuk kimia dalam tanah, sehingga dapat dimanfaatkan tanaman kembali.
Memacu pertumbuhan tanaman, merangsang pembungaan dan pembuahan serta mengurangi kerontokan bunga dan buah.
Meningkatkan daya tahan tanaman karena kecukupan nutrisi yang dibutuhkan

Kelebihan lain Pupuk Organik Granule Modern SUPERNASA-G (SUPER - G)

Bentuknya mantap dan tidak mudah hancur
Tahan lama dan mempermudah proses penyimpanan
Dengan bentuk granule, aplikasi pupuk dapat dilakukan lebih mudah (bersamaan atau terpisah dengan pupuk makro / NPK)
Formula khusus sehingga tanaman dapat tumbuh dan berproduksi dengan hasil yang optimal

Pupuk Organik Granule Modern SUPER-G sangat efektif digunakan untuk Tanaman Pangan, Horti, Perkebunan dan Kehutanan

Selasa, 24 November 2015

PUPUK ORGANIK CAIR

POC NASA adalah Pupuk Organik Cair produksi PT Natural Nusantara (NASA). Formula ini dirancang secara khusus terutama untuk mencukupi
kebutuhan nutrisi lengkap pada tanaman juga peternakan dan perikanan yang dibuat murni dari bahan-bahan organik dengan fungsi multiguna :
1. Meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi tanaman serta kelestarian lingkungan/tanah (aspek K-3 : Kuantitas - Kualitas- Kelestarian).
2. Menjadikan tanah yang keras berangsur - angsur menjadi gembur.
3. Melarutkan sisa pupuk kimia di tanah (dapat dimanfaatkan tanaman).
4. Memberikan semua jenis unsur makro dan unsur mikro lengkap.
5. Dapat mengurangi penggunaan Urea, SP - 36 dan KCl + 12,5% - 25%
6. Setiap 1 liter POC NASA memiliki fungsi unsur hara mikro setara dengan 1 ton pupuk kandang.
7. Memacu pertumbuhan tanaman dan akar, merangsang pengumbian, pembungaan dan pembuahan serta mengurangi kerontokan bunga dan buah( mengandung hormon/ZPT Auksin, Giberellin dan Sitokinin).
8. Membantu perkembangan mikroorganisme tanah yang bermanfaat bagi tanaman (cacing tanah, Penicilium glaucum dll).
9. Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap hama dan penyakit
10. Meningkatkan bobot unggas (ayam, bebek, dll), ternak besar (sapi, kambing,dll), ikan serta udang.
11. Meningkatkan nafsu makan unggas, ternak dan ikan/udang.
12. Membantu pembentukan pakan alami ikan dan udang (plankton).
Kandungan :
N 0.12 %, P2O5 0.03 %, K 0.31 %, Ca 60.40 ppm, S 0.12 %, Mg 16.88 ppm, Cl 0.29 %, Mn 2.46 ppm, Fe 12.89 ppm, Cu < 0.03 ppm, Zn 4.71 ppm, Na 0.15 %,B 60.84 ppm, Si 0.01 %, Co < 0.05 ppm, Al 6.38 ppm,NaCl 0.98 %, Se 0.11 ppm, As 0.11 ppm, Cr < 0.06 ppm, Mo < 0.2 ppm, V < 0.04 ppm, SO4 0.35 %, C/N ratio 0.86 %, ph 7.5, Lemak 0.44 %, Protein 0.72 %

Senin, 23 November 2015

BUDIDAYA AYAM POTONG

        
I. Pendahuluan Ayam Pedaging (Broiler) adalah ayam ras yang mampu tumbuh cepat sehingga dapat menghasilkan daging dalam waktu relatif singkat (5-7 minggu). Broiler mempunyai peranan yang penting sebagai sumber protein hewani asal ternak. PT. NATURAL NUSANTARA berupaya membantu peningkatan produktivitas, kuantitas, kualitas dan efisiensi usaha peternakan ayam broiler secara alami (non-Kimia).
 II. Pemilihan Bibit Bibit yang baik mempunyai ciri : sehat dan aktif bergerak, tubuh gemuk (bentuk tubuh bulat), bulu bersih dan kelihatan mengkilat, hidung bersih, mata tajam dan bersih serta lubang kotoran (anus) bersih
 III. Kondisi Teknis yang Ideal 
a. Lokasi kandang Kandang ideal terletak di daerah yang jauh dari pemukiman penduduk, mudah dicapai sarana transportasi, terdapat sumber air, arahnya membujur dari timur ke barat. 
b.Pergantian udara dalam kandang. Ayam bernapas membutuhkan oksigen dan mengeluarkan karbondioksida. Supaya kebutuhan oksigen selalu terpenuhi, ventilasi kandang harus baik. 
c.Suhu udara dalam kandang. Suhu ideal kandang sesuai umur adalah :
 IV. Umur (hari)  Suhu ( 0C ) 
      01 - 07         34 - 32 
      08 - 14         29 - 27 
      15 - 21         26 - 25 
       21 - 28        24 - 23 
       29- 35         23 - 21

d. Kemudahan mendapatkan sarana produksi Lokasi kandang sebaiknya dekat poultry shop atau toko sarana peternakan.

      

IV. Tata Laksana Pemeliharaan

4.1 Perkembangan Tipe kandang ayam Broiler ada dua, yaitu bentuk panggung dan tanpa panggung (litter). Tipe panggung lantai kandang lebih bersih karena kotoran langsung jatuh ke tanah, tidak memerlukan alas kandang sehingga pengelolaan lebih efisien, tetapi biaya pembuatan kandang lebih besar. Tipe litter lebih banyak dipakai peternak, karena lebih mudah dibuat dan lebih murah. Pada awal pemeliharaan, kandang ditutupi plastik untuk menjaga kehangatan, sehingga energi yang diperoleh dari pakan seluruhnya untuk pertumbuhan, bukan untuk produksi panas tubuh. Kepadatan kandang yang ideal untuk daerah tropis seperti Indonesia adalah 8-10 ekor/m2, lebih dari angka tersebut, suhu kandang cepat meningkat terutama siang hari pada umur dewasa yang menyebabkan konsumsi pakan menurun, ayam cenderung banyak minum, stress, pertumbuhan terhambat dan mudah terserang penyakit.

4.2. Pakan - Pakan merupakan 70% biaya pemeliharaan. Pakan yang diberikan harus memberikan zat pakan (nutrisi) yang dibutuhkan ayam, yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral, sehingga pertambahan berat badan perhari (Average Daily Gain/ADG) tinggi. Pemberian pakan dengan sistem ad libitum (selalu tersedia/tidak dibatasi).

  • Apabila menggunakan pakan dari pabrik, maka jenis pakan disesuaikan dengan tingkat pertumbuhan ayam, yang dibedakan menjadi 2 (dua) tahap. Tahap pertama disebut tahap pembesaran (umur 1 sampai 20 hari), yang harus mengandung kadar protein minimal 23%. Tahap kedua disebut penggemukan (umur diatas 20 hari), yang memakai pakan berkadar protein 20 %. Jenis pakan biasanya tertulis pada kemasannya.
  • Penambahan POC NASA lewat air minum dengan dosis 1 - 2 cc/liter air minum memberikan berbagai nutrisi pakan dalam jumlah cukup untuk membantu pertumbuhan dan penggemukan ayam broiler.
  • Dapat juga digunakan VITERNA Plus sebagai suplemen khusus ternak dengan dosis 1 cc/liter air minum/hari, yang mempunyai kandungan nutrisi lebih banyak dan lengkap.
  • Efisiensi pakan dinyatakan dalam perhitungan FCR (Feed Convertion Ratio). Cara menghitungnya adalah, jumlah pakan selama pemeliharaan dibagi total bobot ayam yang dipanen. 
Contoh perhitungan : 
Diketahui ayam yang dipanen 1000 ekor, berat rata-rata 2 kg, berat pakan selama pemeliharaan 3125 kg, maka FCR-nya adalah : Berat total ayam hasil panen = 1000 x 2 = 2000 kg FCR = 3125 : 2000 = 1,6 Semakin rendah angka FCR, semakin baik kualitas pakan, karena lebih efisien (dengan pakan sedikit menghasilkan bobot badan yang tinggi). Penggunaan POC NASA atau VITERNA Plus dapat menurunkan angka FCR tersebut.

4.3. Vaksinasi Vaksinasi adalah pemasukan bibit penyakit yang dilemahkan ke tubuh ayam untuk menimbulkan kekebalan alami. Vaksinasi penting yaitu vaksinasi ND/tetelo. Dilaksanakan pada umur 4 hari dengan metode tetes mata, dengan vaksin ND strain B1 dan pada umur 21 hari dengan vaksin ND Lasotta melalui suntikan atau air minum.

4.4. Teknis Pemeliharaan

  • Minggu Pertama (hari ke-1-7). Kutuk/DOC dipindahkan ke indukan atau pemanas, segera diberi air minum hangat yang ditambah POC NASA dengan dosis + 1 - 2 cc/liter air minum atau VITERNA Plus dengan dosis + 1 cc/liter air minum/hari dan gula untuk mengganti energi yang hilang selama transportasi. Pakan dapat diberikan dengan kebutuhan per ekor 13 gr atau 1,3 kg untuk 100 ekor ayam. Jumlah tersebut adalah kebutuhan minimal, pada prakteknya pemberian tidak dibatasi. Pakan yang diberikan pada awal pemeliharaan berbentuk butiran-butiran kecil (crumbles). 
  • Mulai hari ke-2 hingga ayam dipanen air minum sudah berupa air dingin dengan penambahan POC NASA dengan dosis 1 - 2 cc/liter air minum atau VITERNA Plus dengan dosis 1 cc/liter air minum/hari (diberikan saat pemberian air minum yang pertama). Vaksinasi yang pertama dilaksanakan pada hari ke-4
  •  Minggu Kedua (hari ke 8 -14). Pemeliharaan minggu kedua masih memerlukan pengawasan seperti minggu pertama, meskipun lebih ringan. Pemanas sudah bisa dikurangi suhunya. Kebutuhan pakan untuk minggu kedua adalah 33 gr per ekor atau 3,3 kg untuk 100 ekor ayam
  •  Minggu Ketiga (hari ke 15-21). Pemanas sudah dapat dimatikan terutama pada siang hari yang terik. Kebutuhan pakan adalah 48 gr per ekor atau 4,8 kg untuk 100 ekor. Pada akhir minggu (umur 21 hari) dilakukan vaksinasi yang kedua menggunakan vaksin ND strain Lasotta melalui suntikan atau air minum. Jika menggunakan air minum, sebaiknya ayam tidak diberi air minum untuk beberapa saat lebih dahulu, agar ayam benar-benar merasa haus sehingga akan meminum air mengandung vaksin sebanyak-banyaknya. Perlakuan vaksin tersebut juga tetap ditambah POC NASA atau VITERNA Plus dengan dosis tetap. - Minggu Keempat (hari ke 22-28). Pemanas sudah tidak diperlukan lagi pada siang hari karena bulu ayam sudah lebat. Pada umur 28 hari, dilakukan sampling berat badan untuk mengontrol tingkat pertumbuhan ayam. Pertumbuhan yang normal mempunyai berat badan minimal 1,25 kg. Kebutuhan pakan adalah 65 gr per ekor atau 6,5 kg untuk 100 ekor ayam. Kontrol terhadap ayam juga harus ditingkatkan karena pada umur ini ayam mulai rentan terhadap penyakit
  • Minggu Kelima (hari ke 29-35). Pada minggu ini, yang perlu diperhatikan adalah tatalaksana lantai kandang. Karena jumlah kotoran yang dikeluarkan sudah tinggi, perlu dilakukan pengadukan dan penambahan alas lantai untuk menjaga lantai tetap kering. Kebutuhan pakan adalah 88 gr per ekor atau 8,8 kg untuk 100 ekor ayam. Pada umur 35 hari juga dilakukan sampling penimbangan ayam. Bobot badan dengan pertumbuhan baik mencapai 1,8 - 2 kg. Dengan bobot tersebut, ayam sudah dapat dipanen.
  • Minggu Keenam (hari ke-36-42). Jika ingin diperpanjang untuk mendapatkan bobot yang lebih tinggi, maka kontrol terhadap ayam dan lantai kandang tetap harus dilakukan. Pada umur ini dengan pertumbuhan yang baik, ayam sudah mencapai bobot 2,25 kg

 4.5. Penyakit Penyakit yang sering menyerang ayam broiler yaitu :

  • Tetelo (Newcastle Disease/ND) Disebabkan virus Paramyxo yang bersifat menggumpalkan sel darah. Gejalanya ayam sering megap-megap, nafsu makan turun, diare dan senang berkumpul pada tempat yang hangat. Setelah 1 - 2 hari muncul gejala syaraf, yaitu kaki lumpuh, leher berpuntir dan ayam berputar-putar yang akhirnya mati. Ayam yang terserang secepatnya dipisah, karena mudah menularkan kepada ayam lain melalui kotoran dan pernafasan. Belum ada obat yang dapat menyembuhkan, maka untuk mengurangi kematian, ayam yang masih sehat divaksin ulang dan dijaga agar lantai kandang tetap kering.
  • Gumboro (Infectious Bursal Disease/IBD) Merupakan penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh yang disebabkan virus golongan Reovirus. Gejala diawali dengan hilangnya nafsu makan, ayam suka bergerak tidak teratur, peradangan disekitar dubur, diare dan tubuh bergetar-getar. Sering menyerang pada umur 36 minggu. Penularan secara langsung melalui kotoran dan tidak langsung melalui pakan, air minum dan peralatan yang tercemar. Belum ada obat yang dapat menyembuhkan, yang dapat dilakukan adalah pencegahan dengan vaksin Gumboro.
  • Penyakit Ngorok (Chronic Respiratory Disease) Merupakan infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh bakteri Mycoplasma gallisepticum Gejala yang nampak adalah ayam sering bersin dan ingus keluar lewat hidung dan ngorok saat bernapas. Pada ayam muda menyebabkan tubuh lemah, sayap terkulai, mengantuk dan diare dengan kotoran berwarna hijau, kuning keputih-keputihan. Penularan melalui pernapasan dan lendir atau melalui perantara seperti alat-alat. Pengobatan dapat dilakukan dengan obat-obatan yang sesuai.
  • Berak Kapur (Pullorum). Disebut penyakit berak kapur karena gejala yang mudah terlihat adalah ayam diare mengeluarkan kotoran berwarna putih dan setelah kering menjadi seperti serbuk kapur. Disebabkan oleh bakteri Salmonella pullorum. Kematian dapat terjadi pada hari ke-4 setelah infeksi. Penularan melalui kotoran. Pengobatan belum dapat memberikan hasil yang memuaskan, yang sebaiknya dilakukan adalah pencegahan dengan perbaikan sanitasi kandang. Infeksi bibit penyakit mudah menimbulkan penyakit, jika ayam dalam keadaan lemah atau stres. Kedua hal tersebut banyak disebabkan oleh kondisi lantai kandang yang kotor, serta cuaca yang jelek. Cuaca yang mudah menyebabkan ayam lemah dan stres adalah suhu yang terlalu panas, terlalu dingin atau berubah-ubah secara drastis. Penyakit, terutama yang disebabkan oleh virus sukar untuk disembuhkan. Untuk itu harus dilakukan sanitasi secara rutin dan ventilasi kandang yang baik. Pemberian POC NASA yang mengandung berbagai mineral penting untuk pertumbuhan ternak, seperti N, P, K, Ca, Mg, Fe dan lain-lain serta dilengkapi protein dan lemak nabati, mampu meningkatkan pertumbuhan ayam, ketahanan tubuh ayam, mengurangi kadar kolesterol daging dan mengurangi bau kotoran. Untuk hasil lebih optimal, pemberian POC NASA dapat dicampur dengan Hormonik dosis 1 botol POC NASA dicampur dengan 1-2 tutup botol Hormonik, atau 1 botol POC NASA dicampur dengan 2-4 kapsul Asam Amino. Dapat juga menggunakan VITERNA Plus yang merupakan suplemen khusus ternak dengan kandungan :


  1. Mineral-mineral yang penting untuk pertumbuhan tulang, organ luar dan dalam, pembentukan darah dan lain-lain.
  2. Asam-asam amino utama seperti Arginin, Histidin, Isoleucine, Lycine, Methionine , Phenylalanine, Threonine, Thryptophan, dan Valine sebagai penyusun protein untuk pembentukan sel, jaringan, dan organ tubuh 3. Vitamin-vitamin lengkap, yaitu A, D, E, K, C dan B Komplek untuk kesehatan dan ketahanan tubuh


4.6. Sanitasi/Cuci Hama Kandang Sanitasi kandang harus dilakukan setelah panen. Dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu pencucian kandang dengan air hingga bersih dari kotoran limbah budidaya sebelumnya. Tahap kedua yaitu pengapuran di dinding dan lantai kandang. Untuk sanitasi yang sempurna selanjutnya dilakukan penyemprotan dengan formalin, untuk membunuh bibit penyakit. Setelah itu dibiarkan minimal selama 10 hari sebelum budidaya lagi untuk memutus siklus hidup virus dan bakteri, yang tidak mati oleh perlakuan sebelumnya.